KEANEKARAGAMAN, KERAPATAN, DAN DOMINANSI CACING TANAH DI BENTANG ALAM PEGUNUNGAN ARFAK

Rini Mambrasar, Keliopas Krey, Sita Ratnawati

Abstract


ABSTRAK

Cacing tanah memiliki peran ekologis yang sangat esensi dalam tanah. Dalam kondisi alamiah keanekaragaman, kerapatan dan dominansi spesies cacing tanah sangat dipengaruhi oleh letak geografis, kondisi biotik dan abiotik habitat, termasuk iklim. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui keanekaragaman, kerapatan dan dominansi spesies cacing tanah di bentang alam Pegunungan Arfak. Pengambilan sampel dilakukan di empat habitat berbeda mewakili dataran rendah hingga dataran tinggi yaitu Laguna Kabori, Sungai Prafi, Danau Anggi Giji dan Sungai Iray Anggi. Total 56 individu diidentifikasi menjadi tujuh spesies mewakili tiga famili yaitu Lumbricidae, Eudrilidae, dan Megascolecidae berdasarkan ciri-ciri morfologi antara lain: bentuk tubuh, panjang tubuh, jumlah segmen, letak dan warna klitelum, permukaan kulit, prostomium, gerakan, lubang dorsal dan warna tubuh. Hasil analisis terhadap faktor abiotik menunjukan bahwa suhu, kelembaban dan pH merupakan kunci penting bagi distribusi, keanekaragaman, kelimpahan dan dominansi spesies cacing tanah di bentang alam Pegunungan Arfak.

Full Text:

PDF

References


Cox, GW. 1996. Laboratory manual of general ecology. 7th ed. Wm. C. brown Company Publisher, Dubuque: x + 278 hlm.

Dahelmi. 1984. Cacing Tanah Pada Timbunan Sampah Kotamadya Padang. [Tesis]. Universitas Andalas, Padang.

Edward, CH., Lofty, JR. 1977. Biology of Earthworm. London. Chapman and Hall.

Easton, EG 1979. A Revision of The ’Acaecate’ Earthworms of The Pheretima Group

(Megascoleciodae: Oligochaeta):

Archipheretima, Metapheretima,

Plonetima, Plonapheretima,

Pleionogaster and Polypheretima.

Garcia, J. Fragoso C. 2002. Growth, Reproduction and Activity of Earthworms Indegraded and Amended Tropical Open Mined Soils: Laboratory Assays. Applied Soil Ecology 20: 43–56.

Magurran, AE 1988. Ecological Diversity and Its Measurement. Princetion University Press, New Jersey.

Marshall, AJ., Beehler BM. 2012. Ekologi Papua. Kartikasari, S.N. (Editor). Yayasan Pustaka Obor Indonesia dan Convervation Internasional. Jakarta.

Nilawati, I, Dahlemi, Nurdin, I. 2014. Jenis-jenis Cacing Tanah (Oligochaeta) yang Terdapat di Kawasan Cagar Alam Lembah Anai Sumatera Barat. Jurnal Biologi Universitas Andalas, 02 (03): 88-89.

Permadi, II., Damriyas I., Suratma AM. 2012. Prevalensi Cacing Nematoda Pada Babi. Jurnal Indonesia Medicus Velerinus, 01 (5): 596-606.

Rukmana, HR. 1999. Budidaya Cacing Tanah, Penerbit Kansius (Anggota IKAPI), Yogyakarta.

Simandjuntak, AK., Walujo D. 1982. Cacing tanah: Budidaya dan Pemanfaatannya. Penebar Swadaya (Anggota IKAPI). Jakarta.

Subowo, Anas I, Djajakirana G., Abdurrachman A., Hardjowigeno S. 2002. Pemanfaatan cacing tanah untuk meningkatkan produktivitas ultisol di lahan kering. J. Tanah dan Iklim 20:35-46.

Suin, NM. 1982. Cacing Tanah dari Biotop Hutan Belukar dan Kebun di Kawasan Gambung Jawa Barat. Tesis Pasca Sarjana (S2). InstitutTeknologi Bandung. Bandung (Tidak diterbitkan).

Suin, NM. 1997. Ekologi Hewan Tanah. Jakarta: Penerbit Bumi Aksara, Jakarta.

Satchell, JE. 1955. Some Aspect of Earthworm Ecology, in Soil Zoology. Edition by Kevan. London; Butterworths. PP. 138-151.

Wallwork, JA. 1970. Ecology of Soil Animal. MC. Graw Hill Book, Company, London, PP. 58-74.




DOI: https://doi.org/10.30862/vogelkopjbio.v1i1.30

Refbacks

  • There are currently no refbacks.



Indexed by:


Alamat Redaksi:
Jurusan Biologi FMIPA Universitas Papua
Jalan Gunung Salju Amban, Manokwari, Papua Barat 98314.
Telepon (0986) 211430. email: jurnalvogelkop@unipa.ac.id
eISSN: 2684-9682


Creative Commons License
VOGELKOP: Jurnal Biologi
is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.