STRUKTUR VEGETASI MANGROVE DI PESISIR SUMURI, TELUK BINTUNI, PAPUA BARAT

Krisma Lekito, Yunus Tambing

Abstract


ABSTRAK

Data primer mangrove sangat penting dikumpulkan secara terperinci bagi penilaian ekosistem, struktur vegetasi, dan jauh lebih dari itu adalah fungsi ekologi jangka panjang lanskap. Secara terperinci data kualitatif dan kuantitatif vegetasi mangrove pada berbagai tingkatan pertumbuhan di kawasan hutan mangrove Sumuri, Teluk Bintuni belum diketahui padahal data-data tersebut sangat diperlukan untuk menilai keadaan kesehatan ekosistem dan habitat saat ini dan dapat digunakan untuk mendeteksi perubahan-perubahan lingkungan pada masa mendatang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa struktur vegetasi mangrove pada tingkat pertumbuhan semai, belta, dan pohon khususnya di kawasan mangrove Kido, Sumuri, Teluk Bintuni, Papua Barat. Hasil analisa menunjukkan bahwa nilai INP Bruguiera gymnorrhiza tertinggi untuk seluruh tingkatan pertumbuhan mangrove dengan rincian semai 55.397 %, belta 76,649, dan pohon sebesar 88,534 %. Bruguiera gymnorrhiza merupakan penciri utama bagi kawasan hutan mangrove Kido, Sumuri, Teluk Bintuni. Faktor utama pendukung pertumbuhan Bruguiera gymnorrhiza untuk semua tingkat pertumbuhan adalah kondisi habitat hutan mangrove Kido yang berupa lumpur dengan substrat dangkal.

Full Text:

PDF

References


Dumbois DM, Ellenberg H. 1974. Aims and Methods of Vegetation Ecology. John Wiley and Sons. New York, Chichester, Vriesbane, Toronto.

Cox GW. 2002. General Ecology: Manual Laboratory. Eight Edition. McGraw-Hill, New York, USA.

Johns RJ. 1997. Common Forest Trees of Irian Jaya Indonesia. Royal Botanic Gardens, Kew, UK.

Kartikasari SN, Marshall AJ, Beehler BM. 2012. Ekologi Papua: Seri Ekologi Indonesia, Jilid VI. Yayasan Pustaka Indonesia & Conservation International.

Krebs CJ. 1989. Ecological Methodology. Harper and Row Publisher Inc., New York, USA.

LaFrankie JV. 2010. Trees of Tropical Asia: An Illustrated Guide to Diversity. Black Tree Publications, Inc. The Philippines. 750 pp.

Lekitto K, Matani OPM, Remetwa H, Heatubun CD. 2008. Keanekaragaman Flora Taman Wisata Alam Gunung Meja-Papua Barat: Jenis-Jenis Pohon Bagian 1. Balai Penelitian Kehutanan Manokwari. 132 pp.

Mabberley DJ. 2000. The Plant Book: A portable dictionary of the vascular plants. Second Edition. Cambridge University Press. 860 pp.

Nontji. 1987. Laut Nusantara. Penerbit Djambatan. Jakarta

Richard PW. 1952. The Tropical Rain Forest. Cambridge University Press.

Schuiteman A. 2013. A Guide to Dendrobium of New Guinea. Natural History Publications (Borneo). Kota Kinabalu. 122 pp.

Soegianto A. 1994. Ekologi Kuantitatif: Metode Analisis Populasi dan Masyarakat. Usaha Nasional Surabaya-Indonesia.

Soerianegara I, Indrawan A. 1988. Ekologi Hutan Indonesia. Institut Pertanian Bogor.

Van Balgooy NMJ. 1997. Malesian Seed Plants:Volume1-Spot-Characters. Rijks herbarium/Hortus Botanicus Leiden.




DOI: https://doi.org/10.30862/vogelkopjbio.v1i2.47

Refbacks

  • There are currently no refbacks.



Indexed by:


Alamat Redaksi:
Jurusan Biologi FMIPA Universitas Papua
Jalan Gunung Salju Amban, Manokwari, Papua Barat 98314.
Telepon (0986) 211430. email: jurnalvogelkop@unipa.ac.id
eISSN: 2684-9682


Creative Commons License
VOGELKOP: Jurnal Biologi
is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.