PARASIT CACING PADA SALURAN PENCERNAAN BURUNG NURI (Loriidae) YANG DIPELIHARA OLEH MASYARAKAT DI KABUPATEN MANOKWARI

Cesarius N Mai'i, Sita Ratnawati, Yeni Y Salosa

Abstract


Burung beo (Loriidae) banyak diperdagangkan dan dipelihara oleh masyarakat di Manokwari dan diekspor ke luar Papua karena memiliki bulu berwarna-warni seperti pelangi yang terkenal dengan keindahannya, memiliki postur tubuh berukuran sedang, kepala besar dengan paruh bengkok dan kicauan yang menarik yang membuat burung ini cukup mahal harganya. di pasar. Kondisi perkembangbiakan yang kotor, lembab, bau, dan kurang sinar matahari kemungkinan besar terdapat parasit yang dapat menyebabkan penyakit pada beo. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui parasit cacing saluran pencernaan burung nuri (Loriidae) yang dipengaruhi oleh kondisi lingkungan perkembangbiakan yang kotor di Kecamatan Manokwari Barat, Kecamatan Manokwari Timur dan di Kecamatan Manokwari Masni. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode sedimen yang dianalisis secara deskriptif dengan teknik observasi lapangan, kemudian dilakukan pemeriksaan di Laboratorium Mikrobiologi UNIPA dan di laboratorium farmasi Vibhuti Sanggeng. Dari hasil pemeriksaan diketahui 9 sampel positif terserang parasit dimana 5 sampel dari lokasi Kecamatan Manokwari Barat dan 4 sampel dari Kecamatan Masni. Dengan jenis cacing Heterakidae, Trichuridae, Trichostrongylidae, Fasciola sp., Ascarididae, Strongyloides sp., dan Paramphistomum sp.

Full Text:

PDF

References


Atanaskova, E., Z. Kochevski, J Stefanovska, G Nikolovski. 2011. Endoparasites in wild animals at the zoological garden in Skopje, Macedonia. Journal of Threatened Taxa. 3(7): 1955–1958.

Baker, D.G. 2007. Flynn’s Parasites of Laboratory Animals. Australia: School of Veterinary Medicine at Louisiana State University.

Beehler, B.M., T.K. Pratt and D.A. Zimmerman. 1986. Birds of New Guinea. Handbook No. 186 of the Wau Ecology Institute, Wau PNG-Princekton University.

Bendryman, S.S., Tiffani, F.J, Anwar, C. 2011. Prevalensi Helmintiasis Gastrointestinal pada Harimau Sumatera (Panthera Tigris sumatrae) dan Harimau Benggala (Panthera Tigris Tigris) di Tiga Wilayah Konservasi yang Berbeda. Veterinaria Medika, 4 (3).

Beriajaya., P. Stevenson 1985. The effect of anthelmintic treatment on the weight gain of village sheep in West Java. Proc. of the 3rd AAAP Animal Science Congress, Seoul, South Korea.

Chiodini PL, AH Moody, DW Manser. 2003. Atlas of Medical Helminthology and Protozoology, 4th Edition. Elsevier Science Ltd: Philadelphia (US)

Conservasion Internasional (CI). 1999. Lokakarya Penentuan Prioritas Konservasi Keanekaragaman Hayati di Irian Jaya. Laporan Akhir. Conservation International, Jakarta.

Harjopranjoto, S., R.S. Sasmita, Partosoewignjo, M. Hariadi, R.B. Soejoko, dan Sarmanu. 1988. Prosiding Simposium Nasional Penyakit Satwa Liar. Fakultas Kedokteran Hewan Airlangga dan Kebun Binatang Surabaya.

Kadarsih., Siwitri 2004. Performans sapi Bali berdasarkan ketinggian tempat di daerah transmigrasi Bangkulu: I. Preformans pertumbuhan. Jurnal ilmu-ilmu pertanian Indonesia. 6(1):50-56

Kusumamihardja S. 1995. Parasit dan Parasitosis pada Hewan Ternak dan Hewan Piaraan di Indonesia. Pusat Antar Universitas Bioteknologi IPB: Bogor.

Kusumamihardja, S. 2002. Parasit dan Parasitosis pada Hewan Ternak dan Hewan Piaraan di Indonesia. Pusat Antar Universitas Bioteknologi Institut Pertanian Bogor, Bogor.

Levine, L.D. 1990. Buku Pelajaran Parasitologi Veteriner. Terjemahan Gatut Ashadi. Gajah Mada University Press. Yogyakarta.

Levine, N.D. 1990. Parasitologi veteriner. Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.

Mardiastuti, A., 2007. Burung paruh bengkok Indonesia, burung Indonesia. Media konservasi. 04 (03): 50-56.

Natadisastra, D., R. Agoes. 2009. Parasitologi Kedokteran ditinjau dari organ tubuh yang serang. Buku Kedokteran EGC. Jakarta.

Noble, E.R., Noble, G.A. 1961. Parasitology: The Biology of Animal Parasites. Editor Gajah Mada University Press. Yogyakarta.

Pratiwi U. 2010. Infestasi Cacing parasitic Pada harimau (Panther Tigris) di taman rekreasi margasatwa serulingmas, kebun binatang Bandung dan taman safari Indonesia Skripsi. Institute Pertanian Bogor. Bogor.

Projono,. S. Handini 2002. Memelihara, menangkarkan dan melatih Nuri. Penebar Swadaya. Jakarta.

Rahayu ID, 2008. Penyakit parasit pada Unggas. Universitas Muhammdiyah Malang. Malang.

Rai SK, Shoji U, Nobumasa K, Takeo M, 2007. Atlas of Medical Parasitology. Blackwell Publishing. Australia.

Shaikenov, B.T., 2004. Short Report the Use Of Polymerase Chain Reaction to Detect Echinococcus granulosus (GI Strain) Eggs in Soil Samples. AM.J.Tropic.

Soekardono S, Soetijono U, 1986. Parasit-Parasit Ayam. Gramedia. Jakarta.

Soulsby, E.J.L. 1982. Helminths, Arthropods and Protozoa of Domesticated Animals. 7th.Ed. Bailliere Tindall. London.

Supriyadi, A., Soetarto, E., Dharmawan, A.H. 2008. Analisis Sosia-Ekologi dan Sosia-Budaya Burung Berkicau di Dua Kota di Indonesia: Teladan dari Surabaya dan Yogyakarta. Jurnal Transdisiplin Sosiologi, Komunikasi, dan Ekologi Manusia. 02 (01). 1978-4333.




DOI: https://doi.org/10.30862/vogelkopjbio.v3i1.64

Refbacks

  • There are currently no refbacks.



Indexed by:


Alamat Redaksi:
Jurusan Biologi FMIPA Universitas Papua
Jalan Gunung Salju Amban, Manokwari, Papua Barat 98314.
Telepon (0986) 211430. email: jurnalvogelkop@unipa.ac.id
eISSN: 2684-9682


Creative Commons License
VOGELKOP: Jurnal Biologi
is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.